Minggu, Maret 09, 2008
Terrestrial Microwave
Terrestrial Microwave menggunakan bumi sebagai dasar transmiter (pengirim) dan receiver (penerima). Range frekuensi yang digunakan pada Gigahertz yang rendah yang keterbatasan komunikasi mengharuskn line-of-sight (berhadap-hadapan dan tidak terhalang satu apaun). Komunikasi dengan Terrestrial Microwave biasanya digunakan pada keadaan dimana media komunikasi selain udara tidak praktis atau sulit untuk dipasang, sebagai contoh diantara gedung yang tinggi, melewati sungai, gunung, hutan atau daerah yang jauh. Gelombang micro (Microwave), ditransmisikan melalului atmosfer bumi (lapisan udara) diantara dua stasiun. Ini dapat digunakan untuk jarak dekat 50 km. Stasiun repeater dibutuhkan jika jaraknya lebih dari 50 km. Transmisi Microwave adalah line of sight (berhadapan, saling melihat). Stasiun pengirim harus terlihat oleh stasiun penerima. Salah satu type komunikasi yang dapat dipengaruhi oleh perubahan atmosfer seperti cuaca.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar